Selasa, 3 November 2026
Mata Elang
Menu
Sosial & Budaya

Pembaruan Dulmuluk Dibahas di Pegayut, Syair dan Pantun Diminta Tetap Terjaga

Laporan Redaksi Mata Elang · 1 menit baca

Pembaruan Dulmuluk Dibahas di Pegayut, Syair dan Pantun Diminta Tetap Terjaga

OGAN ILIR - Modernisasi penyajian Dulmuluk tanpa menghilangkan ciri khasnya menjadi bahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Dulmuluk Berbasis Komunitas yang digelar SUMEKS.CO di Aula Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu 31 Oktober 2026.

Pelaku Dulmuluk Bintang Baru, Nazori, mengingatkan bahwa syair dan pantun merupakan identitas utama kesenian tersebut. Ia merujuk pada kisah Abdul Muluk dan Zubaidah untuk menjelaskan unsur yang menurutnya harus tetap dipertahankan meskipun cara penyajiannya berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Dari sisi gerak, praktisi seni sekaligus Ketua IOSKI Sumsel dan Ketua SATAPA, Heriyandi, S.Pd., M.Sn., mengusulkan penataan tari yang lebih terarah. Menurutnya, pola gerak pemain masih perlu dirapikan agar pertunjukan memiliki ciri yang jelas dan lebih menarik.

Heriyandi juga membuka kemungkinan memasukkan gerakan modern untuk menarik perhatian anak muda. Namun, saran pembaruan itu disertai penekanan agar kekhasan Dulmuluk tidak dihilangkan.

Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta sekaligus tenaga ahli teater, Dr. Koes Yuliadi, M.Hum., turut menyoroti pengembangan bentuk pementasan. Perhatiannya tertuju pada Dulmuluk yang selama ini berdurasi panjang dan berangkat dari naskah tradisional.

Pembahasan bersama seniman, akademisi, dan pelaku Dulmuluk itu juga mencakup kostum, kemampuan pemeranan, penguasaan panggung, serta teknologi digital untuk dokumentasi dan promosi. Beragam aspek tersebut dibicarakan dalam konteks upaya pelestarian kesenian.

Dr. Tri Puji Handayani, S.Pd., M.Sn., berharap forum tidak berhenti sebagai diskusi. Ia mengharapkan pihak yang terlibat menyampaikan hasil pembahasan kepada masyarakat dan mengajak generasi muda ikut menjaga Dulmuluk.

Disadur dari SUMEKS.CO/Sumeks: https://sumeks.disway.id/headline/read/800130/sumeksco-gelar-fgd-revitalisasi-dulmuluk-berbasis-komunitas-upaya-lestarikan-warisan-budaya-palembang

Foto: SUMEKS.CO. Narasumber, undangan, akademisi, dan pelaku seni Dulmuluk berfoto bersama seusai FGD di Aula Desa Pegayut, Sabtu 31 Oktober 2026.

Sorotan terkait